Saturday , 23 September 2017
Home / Artikel / MAHASISWA TARBIYAH UNTUK BANGSA

MAHASISWA TARBIYAH UNTUK BANGSA

Oleh : Muhammad Fuadi

Sejak tumbangnya rezim Orde Baru yang di gulingkan oleh para mahasiswa pada  tahun 1998 sampai pemerintahan sekarang kondisi bangsa Indonesia belum menunjukan perbaikan yang begitu berarti terhadap bangsa. Beberapa kali pergantian kepemimpinan belum ada terobosan dan  yang sangat fundamental terhadap penyelesaian krisis dan arah pembangunan bangsa. Dan sebauh riset yang berpusat di woshington DC di Amerika serikat yang bernama Fund For Peace (FFP) mengeluarkan index Negara gagal. dan Indonesia masuk di peringkat ke 63 dari 178 negara di seluruh dunia artinya Indonesia masuk kedalam daftar Negara yang berbahaya menuju Negara gagal. Salah satu penyebabnya adalah krisis karakter yang melanda negeri ini.  Adhyaksa Dault (2012: 3)

Krisis yang dialami bangsa Indonesia  saat ini tidak hanya krisis ekonomi maupun politik, tapi lebih dari itu bangsa kita tengah menghadapi krisis karakter/ jati diri yang menyebabkan Indonesia jatuh kelembah  jurang.

Berbagai peristiwa atau kejadian yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang bisa kita saksikan melalui media eloktronik maupun media cetak menunjukan betapa masyarakat kita tengah mengalami pergeseran karakter. Berbagai bentuk kerusuhan yang diikuti penjarahan, pembunuhan dan pemerkosaan, tawuran antara pelajar, seks bebas dan narkoba hingga korupsi kolusi dan nepotisme (KKN) terjadi di berbagai daerah.

Krisis karakter yang dialami  oleh bangsa saat ini disebabkan kerusakan yang terjadi oleh individu-individu masyarakat yang terjadi secara kolektif sehingga terbentuk budaya atau kebiasaan.

Sejarah telah mencatat bahwa bangsa Indonesia dijajah lebih dari tiga abad, sehingga dampak dari penjajahan tersebut boleh jadi telah membentuk karakter tersendiri bagi masyarakat Indonesia, yaitu karakter masyarakat terjajah. Karakter yang merupakan warisan penjajah dan dijadikan budaya bagi masyarakat Indonesia. Sebagai bagian dari negara ini sudah saatnya mahasiswa khususnya tarbiyah sebagai agent of change, iron stock dan social control menagambil peran penting dalam pembenntukan karakter bangsa karena mahasiswa tarbiyah sebagai tenaga kependidikan mempunyai tanggung jawab mendidik para penerus estafet bangsa. Pembentukan karakter bangsa Indonesia akan terwujud ketika mahasiswa tarbiyah mampu mengaplikasikan dan mengaktualisasikan semua potensi dan tanggung jawab yang dia memiliki dengan tepat dan benar, sesuai dengan visi misi tarbiyah sendiri sesuai dengan disiplin ilmu yang dimiliki.

Untuk itu mahasiswa tarbiyah harus memiliki yang namanya nilai-nilai Rabbani (Ketuhanan). Karena tidak ada kekuatan yang lebih besar dari kekuatan Tuhan. Coba kita renungkan kembali bagaimana Sirah Nabawaiyah dan Sahabat (Kisah Nabi dan sahabat) mewujudkan yang namanya Khilafah Islamiyah. Semuanya bermula ketika  apa yang mereka lakukan bermuara untuk menggapai nilai-nilai Ketuhanan, Ridha-Nya Allah SWT. Dan itu terbukti Kepemipinan Islam sungguh luar biasa pada saat itu. Sehingga nilai nilai yang ada dapat di aplikasi untuk membawa bangsa ini menjadi bangsa yang berkarakter menuju bangsa yang bermartabat

Rusaknya Karakter Suatu Bangsa

Banyak yang mengatakan bahwa masalah terbesar yang dihadapi bangsa Indonesia adalah terletak pada aspek moral. Terbukti dengan banyaknya berita tentang tawuran antar pelajar, kasus-kasus narkoba yang sering kita lihat di televisi tidak jarang pemakainya juga masih menyandang status pelajar, beberapa pelajar berada di “teralis besi” karena menganiaya gurunya sendiri, anak yang tidak lagi memiliki sopan santun pada orang tua. Dan yang sangat parah lagi yaitu ada anak yang berani membunuh orang tuanya sendiri.Ada beberapa faktor yang menyebabkan moral bangsa ini teregradi kedalam lembah juram diantaranya adalah

Pertama, Pengaruh budaya luar atu westernisasi adalah salah satu penyebab rusaknya karakter orang Indonesia yang notabenya mengnut budaya timur,tak dapat dipungkiri lagi  pengaruh budaya bara begitu cepat merasuk dan merusak moral dan karakter bangsa ini. Sebagai contoh free sex dan pergaulan bebas masuk ke indonesia dari merangseknya budaya barat ke negeri ini sehingga mempengaruhi gaya hidup bangsa ini yang dulunya sanngat menjunjung nilai nilai.

Kedua, Agama adalah yang paling terpenting dalam kehidupan manusia  Kurangnya pengetahuan tentang agama adalah salah satu penyebab rusaknya moral dan karakter bangsa Indonesia karena agama merupakan pendangkal utama seseorang dalam melakukan sesuatu. Ketika  agama yang  dimiliki kuat maka seseorang akan takut berbuat dosa. Sehingga tidak akan ada kejahatan atau paling tidak kejahatan akan sangat minim dalam negeri ini.Contohya saja jika para pejabat negeri ini memiliki landasan agama yang baik,maka apa berani dia memakan uang rakyat(Korupsi)

Ketiga, Salahnya Sistem Pendidikan Indonesia Sebagaimana sama sama kita tahu anak-anak menghabiskan banyak waktunya di dalam sekolah. Untuk mengajarakan tentang moral dan karakter tidak ada kalaupun ada porsinya sangat minim maka tidak salah pemerintah sekarang melunjurkan pendikdikan berbasis karakter.

Karakter Yang di Perlukan Bangsa

 Dalam referensi islam, nilai yang sangat terkenal dan melekat yang mencerminkan akhlak atu perilaku yang luar biasa tercermin pada diri Nabi Muhammad SAW. Sebagai mana hal ini di abadikan dalam Al-Qur’an Surah Al-Ahzab ayat 21.

Artinya : Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.(QS.Al-Ahzab:21)

Dan disi lain yang tidak kalah pentingnnya adalah bagaimana sikap, moral dan karakter Rasulullah yang tercermin dalam empat sifat yaitu: siddiq, amanah, tabligh, dan fatanah. Dan ternyata inilah kunci kesuksesan Rasulullah dalam menyebarkan Islam dan dapat merubah sikap, perilaku dan karakter manusia dalam jangka 23 tahun di seluruh penjuru dunia sehingga membawa dunia Islam pada masa itu menjadi masa ke-emasasan. Banyak nilai yang dapat membentuk perilaku atau karakter bangsa seperti yang kembangkan oleh Arry Ginanjar dalam 7 budi utama yaitu: jujur, Tanggung Jawab, Visioner, Disiplin, Kerjasama, Adil, Peduli.

Apa yang dirumuskan oleh Ary Ginanjar Agustian diatas merupakan hasil refleksi terhadap perjalanan bangsa ini dari waktu ke waktu. Secara umum, kondisi bangsa yang dirasakan saat ini berbeda dengan apa yang menjadi karakteristik bangsa. Ary Ginanjar mengemukakan kini yang paling utama bukanlah “budi” karena itu bangsa Indonesia mengalami krisis yang luar biasa karena yang utama pada bangsa ini adalah “kekuasaan”, “ harta”, “jabatan”. Sementara budi, moral, etika, akhlak,tidak lagi dinomorsatukan. Ary Ginanjar (2008: iv-v)

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah karakter seperti apa yang diharapakan bangsa Indonesia ? berangkat dari pertanyaan tersebut sudah saatnya pendidikan menjadi garda terdepan dalam memebenah permasalahan yang tak kunjung usai dinegeri ini karena pendidikan merupakan sarana dalam usaha menumbuhkan karakter bangsa Indonesia, sudah saatnya implementasi pendidikan karakter sebagai upaya mewujudkan karakter bangsaini.

Peran Mahasiswa Tarbiyah Terhadap Masyarakat dan Bangsa

Sebagai mahasiswa tarbiyah yang memegang tanggung jawab yang besar dalam membangun bangsa ini maka sudah sepantasnya ikut serta dan berperan dalam pembentukan karakter bangsa karena sisi urgensi mahasiswa  tarbiyah atau pendidik dalam masyarakat adalah terciptanya karakter bangsa yang sesuai dengan dimensi keislaman.

Tuntutan mahasiswa adalah berfikir dan bertindak demi tanggung jawab sosialnya. Terlebih sebagai mahasiswa umumya harapan masyarakat terhadap mahasiswa sama, yaitu bagaimana seorang mahasiswa mampu membawa sebuah pencerahan dan solusi untuk masyarakat

Sebagai mahasiswa tarbiyah yang lebih maju satu langkah dari masyarakat menjadi penghubung dan aget of change dalam proses membawa peubahan nilai – nilai yang selama ini pudar di masyarakat. Mahasiswa tarbiyah menjadi contoh untuk membaha nilai -nilai kejujuran untuk memperbaiki karakter bangsa ini.

Petanyaan yang kemudian muncul adalah apa saja yang harus dilakukan mahasiswa tabiyah dalam proses pembentukan karakte bangsa ?. sebenanya sangat mudah kalau kita ingin merubah bangsa ini menuju bangsa yang bermartabat.kita mulai dari hal yang paling kecil yaitu dengan melakukan kejujuran , kebaikan karena dengan hal paling kecil apabila dilakukan oleh semua orang maka akan menjadi suatu perubahan yang besar, kemudian mulailah dengan dari diri sendiri, Artinya marilah kita mulai perubahan ini dari diri masing-masing kita karena kalau bukan diri kita sendiri yang merubahnya siapa lagi. Perubahan yang harus kita lakukan adalah mulailah dengan sekarang karena tanpa memulainya dengan sekarang maka perubahan itu tidak tewujud tanpa dilakukan dengan action sekarang.

Maka sebagai mahasiswa tarbiyah yang berintelektualitas sudah saatnya memberikan kontribusi untuk pembangunan dan pembentukan karakter bangsa menuju bangsa yang bermatabat.

Muhammad Fuadi adalah Alumni Mahasiswa Jurusan Tarbiyah STAIN Malikussaleh Lhokseumawe Tahun 2015, Pernah Menjadi Presiden Mahasiswa IAIN Malikussaleh Periode 2014-2015

Email: presfuadi@gmil.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *