Home / Alumni / Nazaruddin, Aktivis aktif dari Kampung Terpencil
Presiden Mahasiswa STAIN Malikussaleh periode 2012-2013

Nazaruddin, Aktivis aktif dari Kampung Terpencil

Persimpangan empat, keempat muara jalan tersebut konon katanya tembus ke makam para Ulama yang diyakini Karamah–Keuramat, Aceh. Suara burung-burung bernyayi masih membuat riuh pendengaran ketika menuju desa yang kemudian dinamai Simpang Keuramat dan sekarang sudah berkembang menjadi sebuah kecamatan dalam wilayah Aceh Utara.

Hijau alam nan ranau meyengarkan mata yang memandang. Udara segara memenuhi seluruh ruang paru-paru dan membuang udara kotor didalamnya digantikan dengan udara bersih. Uapan air melekat diatas dedaunan pohon, hembusan angin mengubahnya menjadi tetesan-tetesan embun segar dari pucuk dedaunan yang asri.

Juga dimusim penghujan masih sering nyayian kodok berdendang diwaktu malam, karena masih banyak payau yang meresap dan menyimpan air. Begitulah gambaran Simpang Keuramat dahulu kala, ketika seorang mantan presiden mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Malikussaleh periode menghabiskan masa-masa kecilnya.

Dia adalah Nazaruddin dilahirkan 28 tahun silam, tepatnya 14 November 1986. Anak pertama dari pasangan Tgk. Muhammad Hasan dan Ummi Mahmudiyah di Gampong Meunasah Dayah, Kecamatan Simpang Keuramat, Aceh Utara.

Perjalanan dunia pendidikan pemuda ini tidak semulus seperti kita bayangkan, apalagi kala itu Aceh masih dalam masa konflik. Singkatnya, tahun 1999 menamatkan Sekolah Dasar (SD) Negeri No. 1 Simpang Keuramat, dan mendapat penghargaan sebagai murid berprestasi dari Taman Impian Jaya Ancol pada tahun 1999.

Kemudian melanjutkan pendidikan Tsanawiyah di Dayah Darul ‘Ulum Tanoh Mirah, Peusangan, Kabupaten Bireun hingga menamatkan jenjang Madrasah Aliyah pada tahun 2008. selanjutnya mondok di Dayah Darul ‘Ulum Ujong Blang Lhokseumawe, sembari belajar pada guru alumni dayah Tanoh Mirah juga aktif mengajar di dayah tersebut.

Tahun 2014 menyelesaikan studi S-1 Jurusan Dakwah Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Malikussaleh Lhokseumawe. Dan selama kuliah semenjak semester II mendapat beasiswa dari PT Arun NGL. Dan sekarang semenjak tahun 2014 sedang menempuh program Pasca Sarjana Konsentrasi Ilmu Dakwah di UIN Ar Raniry Banda Aceh.

Selain kuliah pasca sarjana, ia juga aktif sebagai pembicara dan trainer di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan lembaga sosial kemasyarakatan lainnya, pernah menjadi Kontributor Radio Republik Indonesia (RRI) Lhokseumawe dan ia juga aktif sebagai salah satu Broadcaster Radio Suara Dakwah di Mesjid Agung Islamic Centre Kota Lhokseumawe dan pernah bekerja sebagai anggota Panwaslu dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Simpang Keuramat.

Semasa mahasiswa di STAIN Malikussaleh, jabatan terakhir ia duduki adalah sebagai Presiden Mahasiswa STAIN Malikussaleh periode 2012-2013. Sebelumnya ia menjadi Gubernur Jurusan Dakwah tahun 2010-2011 dan juga Pengurus (Sekjen Korwil Sumatera) Forum Komunikasi Nasional Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam (Forkomnas-KPI) dan menjadi pimpinan siding utama pada Musyawarah Kerja Nasional (munas) organisasi tersebut di IAIN Sunan Ampel Surabaya pada tahun 2010 se-Indonesia, dan berhasil mempresentasikan profil jurusan Dakwah STAIN Malikussaleh hingga masuk 5 besar.

Ia Aktif di Lembaga Kajian Islam Tranformatif (LEKIT) pada tahun 2009 dan juga pada tahun 2011-2013 menjabat Koordinator Umum Gerakan Pengajar Perubahan (GPP) Tandaseru Indonesia. Dan berbagai organisasi lainnya pernah ia geluti. Pernah mendirikan dan menjadi Pimpinan Umum Tabloid Ratoeh Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Jurusan Dakwah STAIN Malikussaleh tahun 2011 .Ia juga pernah menjadi presidium kepengurusan HMI Cabang Lhokseumawe periode 2011-2012 dan juga sekarang masih menjabat sebagai salah satu presidium HMI Badko Aceh periode 2013-2015.

Penelitiannya dengan judul “Upaya Penerapan Pendidikan Karakter Berbasis Emotional Spritual Quotion (ESQ) Di STAIN Malikussaleh” mendapat juara III dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat mahasiswa STAIN Malikussaleh pada tahun 2012. Menulis beberapa artikel dan sekarang sedang merampungkan Novel karyanya sendiri dengan judul “Ku Tunggu kau Di Senja Itu”. [R.AB]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *