Recent Posts

Alumni Prodi KPI Bangun Karir di Panwaslih Aceh

LHOKSEUMAWE-Fohan Muzakir,S.Sos.I, atau  yang akrab disapa dengan Fohan, merupakan Alumni Mahasiswa Jurusan Dakwah, prodi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI)  di IAIN Malikussaleh  Lhokseumawe.  Fohan menempuh pendidikan di IAIN Malikussaleh pada tahun 2011 dan menggenggam gelar sarjana pada tahun 2015.

Alumni Jurusan Dakwah   kelahiran 17 Mei 1992 ini berdomisili di Teupin Ara, Geudong, Aceh Utara dan merupakan anak bungsu dari dua bersaudara.

Pada Senin, (30/1), Fohan mengatakan banyak sekali manfaat yang Ia dapatkan sebagai Alumni Jurusan dakwah, KPI. “Ketika saya kuliah, saya aktif di organisasi kampus dan apa yang sudah saya dapatkan sekarang ini adalah berkat bimbingan  Dosen-Dosen yang telah memberikan saya ilmu pengetahuan semasa kuliah dulu.”ujar Fohan.

Fohan aktif di beberapa organisasi kampus. Fohan pernah menjadi anggota HMI Cabang Lhokseumawe pada tahun 2012, pernah juga menjabat sebagai ketua LPM Al-Kalam pada tahun 2014, serta pernah menjabat sebagai wakil Gubernur Dakwah pada tahun 2015.

Fohan Muzakir mengawali karirnya sebagai wartawan sejak masih menjadi Mahasiwa semester II. Pada waktu itu, ia menjadi wartawan di media pikirreview.com, jurnalaceh.com dan pelita8.com. setelah 5 tahun bekerja sebagai wartawan, Fohan memutuskan untuk membangun karir baru dengan nuansa yang berbeda dari sebelumnya, yaitu menjadi staf ahli panwaslih (panitia pengawas pemilihan) Aceh.

“saya senang bekerja di panwaslih, saya di panwaslih memberikan sosialisasi pilkada kepada 23 kabupaten/kota di Aceh. Harapan saya kepada seluruh Mahasiswa Jurusan Dakwah agar bersungguh-sunggguh dalam belajar dan kembangkan semua skill yang ada. Jangan takut kalah, jangan takut jatuh, semua kita  akan sukses jika mau berusaha.”tutup Fohan.(hp)

 

Dosen Senior Jerman Latih Mahasiswa dan Dosen IAIN Lhokseumawe

Mr. Dierk Heinrich Andressen adalah salah satu dosen senior yang tergabung dalam organisasi SES (Senior Experten Service) dari Jerman, memberi materi pada acara Workshop  Micro Teaching bagi Mahasiswa dan Dosen IAIN Lhokseumawe Fakultas Tarbiyah Jurusan Bahasa Inggris di Aula Biro setempat pada 21-22 maret-2017.

fitriKetua Jurusan Bahasa Inggris, Fitriah Ismail M.Pd mengatakan, acara ini terwujud karena adanya kerjasama antara Jurusan Bahasa Inggris IAIN Lhokseumawe dengan UIN ArRaniry.

20-bWorkshop yang diikuti oleh 30 dosen dan 100-an mahasiswa dari Jurusan Bahasa Inggris dan masing-masing diundang 2 orang dosen utusan dari fakultas Syariah, fakultas Ekonomi dan Bisnis, dan  fakultas Dakwah.

Adapun tujuan pelaksanaan workshop ini adalah agar Peserta mampu mengatasi permasalahan dalam proses  belajar-mengajar dalam rangka peningkatan kualitas sumberdaya lembaga.20-a
Mr. Dierk Heinrich sendiri dalam penyajian materi terlihat sangat bersemangat dan terkesan dengan keseriussan dan antusiasme peserta sehingga forum pelatihan ini terlaksana dengan sangat dinamis, Heinrich berharap apa yang telah disajikan dalam workshop ini dapat bermanfaat bagi Kampus IAIN Lhokseumawe dalam pengembangan dan peningkatan kwalitas sumberdaya manusia di Lingkungan IAIN Lhokseumawe. (MF-Sai)

Rektor IAIN Lhokseumawe Lepas 448 Mahasiswa KPM

Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe melepas 448 mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Angkatan I Gelombang I, Rabu, (22/3). Amatan redaksi dilokasi acara pelepasan ini Rektor IAIN Lhokseumawe melepas secara resmi peserta KPM melalui pemakaian baju almamater secara simbolis kepada salah satu perwakilan mahasiswa KPM di pelataran Gedung Rektorat kampus tersebut, Alue Awe Lhokseumawe dan diikuti secara serentak oleh seluruh mahasiswa yang hadir.

Dalam sambutannya Rektor IAIN Lhokseumawe, Dr. H. Hafifuddin, M. Ag menyampaikan kepada mahasiswa KPM untuk dapat menjaga nama baik almamater serta mampu menjalin ukhwah dengan masyarakat. ” Mahasiswa harus mampu menjadi pribadi yang berkualitas untuk membangun masyarakat madani, “, lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Fauzan, MA melaporkan, KPM gelombang pertama ini akan ditempatkan pada 4 kecamatan dalam kabupaten Aceh Utara yaitu Nisam Antara, Bandar Baro, Dewantara, dan Tanah Pasir dengan sebaran peserta 448 mahasiswa. ” untuk kecamatan Tanah Pasir akan ditempatkan  dalam 18 Gampong, Dewantara sebanyak 11 Gampong, Banda Baro sebanyak 9 Gampong dan Nisam Antara sejumlah 6 gampong dengan jangka waktu KPM selama 45 hari”, ujarnya.

 

 

 

Fakultas Usuluddin Adab dan Dakwah Hadirkan Pakar Komunikasi Indonesia

LHOKSEUMAWE-Dalam rangka meningkatkan keilmuan dan kecintaan Mahasiswa terhadap perkembangan ilmu komunikasi, Fakultas Usuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) menyelenggarakan kuliah umum dan klinik akademik pada selasa (14/3) di aula akademik kampus IAIN Lhokseumawe.

Kuliah umum dengan tema “Tren Perkembangan Ilmu komunikasi dan Profesinya di masa depan “menghadirkan pakar komunikasi antar budaya dari Universitas Nusa Cendana (UNDANA) Kupang, NTT, yakni Prof.Dr.Alo Liliweri, M.S. Selain menjadi professor ternama, beliau juga sudah menuliskan banyak buku komunikasi yang juga digunakan oleh kalangan akademisi, mahasiswa dan umum sebagai referensi, baik nasional maupun internasional.

Kuliah umum yang diikuti oleh 200 peserta yang terdiri dari Mahasiswa FUAD dan tamu-tamu undangan lainnya berlangsung khidmat hingga pukul 12.30 WIB. Rektor IAIN Lhokseumawe, Dr.H.Hafifuddin, M.Ag dalam sambutannya mengatakan “komunikasi merupakan agen of change, Mahasiswa komunikasi sebagai pelaku/agen perubahan yang akan memajukan peradaban dunia ke depan. Segala macam profesi dapat dilakoni oleh orang-orang komunikasi dan dunia membutuhkan jiwa-jiwa profesionlisme melalui pakar-pakar komunikasi”.

Prof. Dr. Alo Liliweri juga sangat mengapresiasi jurusan komunikasi yang ada di IAIN Lhokseumawe “dunia boleh berkembang, teknologi boleh di depan, tapi komunikasi interpersonal atau yang lebih dikenal dengan komunikasi face to face tidak dapat disaingkan  dengan kecanggihan teknologi dan aplikasi cyber yang ada pada abad sekarang ini maupun di abad yang akan datang. Sekali anda Berada di jurusan dakwah atau komunikasi sama seperti anda menguasai 5 bidang ilmu, yakni komunikasi, teknologi, antropologi, sosiologi dan psikologi. Orang-orang komunikasi adalah orang-orang yang dapat memegang puncak kejayaan dunia, melalui ilmu komunikasi, mahasiswa bisa berkarir menjadi apa saja, apakah itu wartawan, Dosen, professor, cameramen, humas, bahkan lebih dari itu, semuanya  bisa diraih oleh orang-orang komunikasi ”ujar Prof. Dr. Alo Liliweri

Sementara Ketua Panitia penyelenggara kuliah umum, Dra. Marhamah. M.Kom.I juga sangat mengapresiasi keikutsertaan Mahasiswa dalam menyukseskan kuliah umum tersebut “kuliah umum ini kita laksanakan untuk menambah wawasan mahasiswa terkait perkembangan ilmu komunikasi, melalui kegiatan ini, kita berharap pola pikir mahasiswa semakin terarah menuju prospek kerja yang mensejahterakan, yakni yang ditawarkan oleh Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam. Prospek kerjanya sangat luas dan menyentuh segala aspek kehidupan, baik itu sosial, budaya bahkan agama, semuanya terangkum dalam ilmu komunikasi”.tutup Marhamah (hp)

Tim Assesor Ban PT mengunjungi IAIN Lhokseumawe

Tim Assesor Badan Akreditasi Perguruan Tinggi Nasional dari Ban PT (Prof DR. Susiknan Azhari, MA dari UIN Jogjakarta dan DR. Imam Yahya (IAIN Walisongo)  mengunjungi kampus IAIN Lhokseumawe  untuk melakukan akreditas pada Prodi Hukum Ekonomi Syariah. Acara penyambutan berlangsung di Akademik pada pukul 09.00 waktu setempat (Rabu 22/2/2017).

Rektor IAIN Lhokseumawe Dr. Hafifuddin mengatakan Selamat datang dan kami sangat berbangga karena hari ini kami dikunjungi para assessor Ban PT untuk melakukan visitasi, konfirmasi dan diskusi termasuk hal-hal yang terkait seperti pembinaan dan lainnya. Upaya untuk akreditasi merupakan suatu keharusan sekaligus meningkatkan kredibilitas kampus. Semoga hasilnya memuaskan dengan nilai yang bagus.

Pantauan redaksi terlihat keseriusan pihak Jurusan dalam mempersiapkan boring dan dokumen yang diperlukan tim assessor. Dukungan yang luar biasa juga datang dari Alumni Hukum Ekonomi Syariah, karyawan, para mahasiswa dan dosen. Alumni Hes berharap, Prodi hokum Ekonomi Syariah akan mendapat nilai yang baik dari Ban PT, karena nilai akreditasi pada prodi memberikan pengaruah juga bagi para mahasiswa yang telah lulus dari prodi tersebut, ungkapnya.

Semoga menjadi jurusan yang melahirkan konsultan Hukum Ekonomi Syariah yang bermanfaat bagi ummat dan agama dan dapat terakreditasi sesuai harapan mahasiswa dan dosen, tutup Muhammad Walidin selaku ketua Himpunan Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah [MF]

Menteri Agama RI Lantik Dr. H. Hafifuddin, M. Ag Sebagai Rektor IAIN Malikussaleh

IMG_0176Dr. H. Hafifuddin, M. Ag yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Malikussaleh Lhokseumawe pada Rabu 1 Februari 2017 resmi dilantik sebagai Rektor IAIN Malikussaleh Lhokseumawe periode 2017-2021. Dr. H. Hafifuddin, M. Ag dilantik langsung oleh Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin di Aula Kementerian Agama RI Jakarta Pusat.

Sebagaimana diketahui bahwa STAIN Malikussaleh telah beralih status menjadi IAIN Malikussaleh Lhokseumawe setelah Presiden RI Joko Widodo menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 tahun 2016 tentang IAIN Lhokseumawe pada 1 Agustus 2016. Sementara Organisasi dan Tata Kerja dengan Nomor 46 Tahun 2016 resmi ditandatangani oleh Menteri Agama RI pada 9 November 2016.

Pelantikan Dr. H. Hafifuddin, M. Ag dilaksanakan secara bersamaan dengan empat Rektor lainnya yaitu Rektor IAIN Pekalongan, IAIN Ponorogo, IAIN Metro Lampung, dan IAIN Kerinci. Empat Rektor yang dimaksud adalah teman seperjuangan Dr. H. Hafifuddin, M. Ag dalam memperjuangkan pengalihan status STAIN menjadi IAIN sejak beberapa tahun yang lalu.

Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin dalam sambutannya mengatakan alih status STAIN menjadi IAIN bukan akhir dari perjuangan yang selama ini dilakukan, tetapi ini merupakan awal untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan melalui peningkatan sumber daya manusia yang handal, kualitas kelulusan dan pembinaan terhadap alumni. Menteri Agama juga berharap Rektor IAIN Malikussaleh Lhokseumawe untuk terus memperbanyak penelitian dan kajian agar dapat menjawab persoalan ummat terkait dengan pengetahuan agama dan dapat membangun kerjasama dengan semua pihak dalam meningkatkan kualitas pendidikan, seperti kerjasama dengan kampus lain dan stakeholder yang ada.

IMG_0143Untuk diketahui, IAIN Malikussaleh Lhokseumawe saat ini telah mempersiapkan segala kebutuhan untuk operasional IAIN Malikussaleh dengan baik seperti logo, stempel dan kelengkapan administrasi lainnya. IAIN Malikussaleh saat ini memiliki empat fakultas dan satu program pascasarjana yaitu Fakultas Syariah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah, dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam serta Program Pascasarjana dengan tiga Program Studi yaitu Komunikasi dan Penyiaran Islam, Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam.

Hadir dalam acara pelantikan tersebut adalah Sekjen Kemenag RI Prof. Dr. Nursyam, M. Si, Dirjend Pendis Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, MA serta unsur pimpinan IAIN Malikussaleh Lhokseumae.

Dosen STAIN Malikussaleh Mengisi Program Penyejuk Qalbu Di Radio Cits Fm

LHOKSEUMAWE-Dosen STAIN Malikussaleh Lhokseumawe, Ismuhar, S.Sos.I mengisi program acara Penyejuk Kalbu di radio Citis fm pada (15/12), di studio radio citis FM, Alue Awe Lhokseumawe

Acara penyejuk kalbu yang diisi setiap malam jumat, pukul 22.00 bertujuan untuk memadukan dunia dan akhirat, serta meminimalisir hal-hal yang berbau dosa dan maksiat di kalangan masyarakat. “saya merasa damai dan bahagia, karena bisa memberikan pencerahan kepada  massyarakat. Khususnya yang mendengarkan radio Citis fm. Saya juga berharap semoga masyarakat bisa menjalankan amar ma’ruf nahi mungkar, serta selalu dalam balutan iman dan taqwa dan tidak lupa mengerjakan kewajiban yang lima waktu”.tutup Dosen STAIN, Ismuhar. (hp)

Citis FM Latih Mahasiswa STAIN Malikussaleh Jadi Penyiar dan Reporter Kampus

LHOKSEUMAWE- Krue Citis FM, yakni Yuyun dan Nidar melatih Mahasiswa STAIN Malikussaleh dari berbagai jurusan dalam rangka perekrutan penyiar dan reporter baru radio kampus tersebut (Radio Latansa fm/107.7 Mhz), pada Juma’at (16/12) di studio Radio Latansa fm, gedung Dakwah, STAIN Malikussaleh Lhokseumawe.

Perekrutan penyiar dan reporter radio kampus ini diketuai oleh Bapak Hasbi, dengan diikuti oleh 30 peserta dari berbagai jurusan. “para peserta akan mengikuti pelatihan selama 10 hari dan akan diseleksi langsung oleh krue citis fm”.ujar bapak Hasbi.

Sementara Ketua Jurusan Dakwah, Muhammad Saleh, MA berharap, “agenda ini mampu mengoptimalkan fungsi sarana yang tersedia di kampus STAIN Malikussaleh Lhokseuawe, khususnya jurusan Dakwah dan mampu menarik minat dan bakat dari Mahasiswa untuk lebih proaktif dalam kegiatan kampus”.ujarnya.

“kita berharap para peseta terus rajin, serius dan mengikuti pelatihan ini dengan sepenuh hati, supaya ilmu yang diserap semakin maksimal, sehingga setelah selesai mengikuti pelatihan ini, para peserta bisa menjadi penyiar dan reporter yang bisa diandalkan, dan nanti akan langsung bisa mengaplikasikan ilmu yang telah didapat. Ini adalah dunia mereka dan tempat yang paling tepat yang telah difasilitasi oleh kampus dan jurusan dakwah dan juga merupakan tempat yang paling tepat untuk menghabiskan waktu di luar jam perkuliahan”. Tutup Krue Citis Fm, Nidar dan Yuyun.(hp)

 

Mahasiswa KPI Ikuti Pelatihan Jurnalistik

LHOKSEUMAWE-70 Peserta yang terdiri dari Mahasiswa prodi komunikasi penyiaran Islam (KPI) dan pelajar SMA dari berbagai sekolah di Lhokseumawe dan Aceh Utara mengikuti pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dakwah, STAIN Malikussaleh Lhokseumawe pada selasa, (13/12) di aula akademik kampus tersebut.

“pelatihan ini bertujuan untuk melahirkan kader-kader insan pers masa depan yang berpendidikan dan siap menjunjung professionalitas kewartawanan”.ujar Gubernur Dakwah, Khairul Rizal.

Pelatihan yang dibuka oleh ketua jurusan dakwah, Muhammad Saleh, M.A, membahas materi fotografi wawancara dan teknik penulisan berita yang disampaikan oleh Zainal Bakri dan Jafaruddin dari kepala biro serambi Lhokseumawe.(hp)

 

Mahasiswa KPI Awali Karir di Radio Latansa

Radio Latansa FM, 107,7 MHZ merupakan radio kampus IAIN Malikussaleh Lhokseumawe yang  didedikasikan untuk Mahasiswa Jurusan dakwah, khususnya Prodi  Komunikasi Penyiaran Islam (KPI). Radio ini pertama diluncurkan pada tahun 2015, dan kini sedang menjalani proses perekrutan penyiar baru yang terdiri dari Mahasiswa yang ada di setiap jurusan kampus tersebut.

Pada Rabu (11/1), Staf Jurusan Dakwah, Taslem, menuturkan bahwa nama “Latansa” diambil atas idenya dan pihak jurusan dakwah. Latansa artinya “jangan lupa”.

“Radio Latansa kita fasilitasi untuk mahasiswa KPI agar mereka dapat menyalurkan bakatnya dalam dunia broadcast/penyiaran. Saya berharap Radio Latansa Fm bisa menjadi karir awal mahasiswa KPI. Dan saya juga berharap selesai menempuh perkuliahan di IAIN Malikussaleh Lhokseumawe, Mahasiswa bisa lebih professional ketika bekerja di radio lainnya karena mereka telah dibekali ilmu penyiaran di kampus ini”.ujar Taslem.

Sementara ketua Jurusan dakwah, Muhamad Saleh, M.A berharap banyak kepada mahasiswa yang nantinya akan terpilih sebagai penyiar radio Latansa agar dapat menjalankan perannya sebaik mungkin.

“Kepada calon penyiar baru radio latansa fm, mari kita bekerja sama membangun almamater kampus IAIN Malikussaleh menjadi lebih berwarna. Semoga dengan hadirnya radio Latansa dan penyiar-penyiar kampus dapat memberikan nuansa baru bagi kampus IAIN Malikusaleh Lhokseumawe. Kita berharap calon penyiar bisa bekerja secara professional dan menjalankannya sepenuh hati, hal ini agar melahirkan insan-insan komunikasi yang intelligent dan saya juga berharap agar semua yang telah kita rancang  berjalan dengan baik”, tutup ketua jurusan dakwah, Muhammad Saleh.(hp)

Bukan Pengangguran Terdidik

Oleh. M. Yani
Seorang mahasiswa berhasil memperoleh gelar sarjananya dibawah empat tahun dengan dengan predikat Cumlaude, dengan gagahnya pada hari wisuda dibacakan sebagai salah satu lulusan terbaik kampus dihadapan seluruh peserta wisuda. Para undangan pun tanpa dikomandoi langsung memberikan a plaus tanda mengiyakan benar sebagai lulusan terbaik.
Setelah memperoleh Ijazah siapa yang berani menjamin bahwa mahasiswa diatas tersebut langsung disambut oleh pasar kerja? Akankah masyarakat langsung menerima dan menaruh hormat kepadanya karena  nilai akademik tadi?
Apakah dalam berinteraksi sesama manusia lebih mengutamakan teori dan rumus?
Pertanyaan diatas setidaknya memberi gambaran kepada seluruh mahasiswa bahwa menjalani kehidupan sesungguhnya tak semudah menyelesaikan soal matematika dan tidak seromantis syair-syair puisi dalam mata kuliah sastra. Oleh karenanya penempatan diri yang dimulai dari niat awal untuk apa kuliah dan proses interaksi yang kita lalui selama dibangku kuliah akan mempengaruhi bagaimana posisi kita pada kehidupan selanjutnya.
Mahasiswa peraih predikat Cumlaude yang mungkin untuk meraihnya dia melahap ratusan buku, mencari jawaban untuk ribuan soal, menghabiskan setiap waktu luangnya di pustaka, dan menggunakan seluruh rongga-rongga otaknya untuk menghafal semua rumus-rumus yang ada didalam buku setiap harinya. Bahkan sangking fokusnya dia untuk belajar terkadang dia lupa menanyakan bagaimana kabar kawan yang duduk disampingnya didalam bangku kuliah. Dosen terus- menerus memuji dan mensupport dia untuk lebih giat lagi dalam belajar dan bahkan menjatuhkan mahasiswa lainnya yang terkesan sibuk dengan kegiatan organisasi yang menurut sang dosen adalah kegiatan buang-buang waktu.
Mahasiswa peraih predikat Cumlaude tidak terjamin di pasar kerja, mahasiswa yang biasa-biasa saja bagaimana nasibnya? Bukankah orang tua kita mengirim kita ke bangku kuliah untuk memberikan pelita kehidupan yang lebih baik bagi mereka? Apakah kita akan menjadi penambah kuota “pengangguran terdidik”?
Bagi lulusan FKIP yang telah 16-19 tahun menempuh pendidikan hanya untuk menjadi pengajar bakti tanpa gaji ditolak oleh sekolah-sekolah.
Sebenarnya apa yang dipersiapkan oleh Perguruan Tinggi selama ini terhadap peserta didiknya?
Bukankah visi-misi perguruan tinggi melahirkan generasi terdidik yang mampu bersaing di pasar kerja?
Mahasiswa tidak tau dan diusahakan tidak perlu tau oleh para dosen terhadap organisasi, bahkan sangat banyak dosen yang mengibaratkan kepada setiap mahasiswa bahwa menjadi aktivis kampus itu adalah kesalahan, suram masa depan, atau mungkin beberapa tahun lagi akan ada statement menjadi aktivis kampus adalah memilih jalan sesat yang tidak diterima tobat.
Sungguh sangat disayangkan karena menjadi seorang aktivis sangat banyak manfaat dan pengalaman bahkan menambah relasi baik antar kampus maupun antar wilayah bahkan antar negara. Ketika berorganisasi kita belajar kepemimpinan, mengemban tanggung jawab, berkomunikasi, berinteraksi, dan peka terhadap keadaan di sekeliling kita.
Islam memerintahkan ummatnya untuk peka terhadap keadaan di sekeliling kita, menolong yang lemah, membantu yang tertindas dan melawan kebathilan.
‘’Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya’’ [al-Mâidah/5:2]
Belakangan ini yang terjadi adalah sebuah kesalahan menjadi benar apabila dikerjakan oleh banyak orang, contoh yang paling dekat adalah dosen seringkali mengkhianati jadwal masuk bahkan tidak masuk, hal itu menjadi benar karena di seluruh indonesia dosen melakukan hal yang sama. Bagaimana melahirkan lulusan profesional kalau pendidiknya tidak profesional?
Mungkin ada satu atau dua orang mahasiswa yang mencoba untuk mempertanyakan ketika ada hal yang menyimpang, maka dengan segala upaya kaum-kaum salah akan mencibir mahasiswa tersebut, bahkan nantinya ada anomali “Sok suci”, politik kepentingan merasuk ke semua lini dimana pada saat-saat tertentu sesama dosen,karyawan, bahkan pimpinan akan saling menceritakan keburukan sesamanya kepada khalayak mahasiswa.
Pentingnya organisasi bagi mahasiswa.
Organisasi mahasiswa adalah wadah untuk para mahasiswa yang ingin mengeksplore bakat mereka, mengembangkan intelektual akademis yang nantinya bisa berguna untuk terjun ke masyarakat, atau sekedar ingin menyampaikan aspirasi kepada petinggi-petinggi kampus seperti rektor, senat, dosen, dll.
 Oleh sebab itu untuk mengembangkan peran tersebut dapat dilakukan dengan bergabung dalam organisasi mahasiswa. Didalam kampus tentunya banyak bentuk organisasi dengan visi misi yang berbeda. Namun,semua organisasi mahasiswa memiliki peran penting dikampus, sebagaimana pengalaman mengajarkan banyak perubahan yang terjadi dalam kehidupan dikampus, dan di masyarakat, yang mengalami perubahan karena peran serta dari mahasiswa yang tergabung dalam organisasi mahasiswa tersebut. Kita sering mendengar istilah bahwa mahasiswa adalah “The agent of change”, hal itu benar adanya karena sama-sama kita saksikan banyak perubahan yang terjadi karena peran mahasiswa. Contohnya mahasiswa yang tergabung di organisasi DEMA (Dewan Eksekutif Mahasiswa) dapat diperankan sebagai media bagi mahasiswa untuk menyampaikan keluhan tentang minimnya fasilitas kampus dan lain sebagainya. Tidak hanya DEMA, organisasi kemahasiswaan yang berfokus pada asas demokrasi juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Dalam hal ini organisasi yang siap untuk turun langsung ke jalanan dan berunjuk rasa untuk menegakkan kebenaran sangatlah dibutuhkan  di kampus sebagai fasilitator dan mediator antara mahasiswa dengan petinggi-petinggi kampus. Saat ini banyak kita saksikan organisasi kemahasiswaan yang cenderung mementingkan kepentingan kelompok semata. Sehingga banyak dari organisasi itu yang tidak tumbuh dan berkembang menjadi suatu kekuatan sosial dalam menyikapi birokrasi- birokrasi kampus serta mengakomodir aspirasi-aspirasi dari mahasiswa. Tidak jarang juga kita jumpai segelintir mahasiswa yang mengatas namakan “organisasi” untuk bisa meraup keuntungan materi dengan menjual hak-hak yang seharusnya dilalui dengan berproses namun kini menjadi lebih instan dengan adanya “pungutan liar”. Jadi tak selamanya organisasi kampus itu bersih dalam bertindak. Bukan berarti, organisasi tersebut tidak bisa menjalankan tugas dan peran sebagai suatu organisasi, hanya saja ada segilintir mahasiswa yang berbelok pada alurnya.Oleh sebab itu organisasi mahasiswa dituntut untuk bisa terus meningkatkan kualitas diri dan meningkatkan pelayanan bagi mahasiswa dikampus tersebut agar paradigma mahasiswa lainnya bisa berubah seiring dengan perbaikan-perbaikan yang dilakukan organisasi mahasiswa sehingga mahasiswa lain simpatik dan tertarik menjadi kader-kader baru untuk turut bergabung dalam organisasi mahasiswa.
Akhirnya saya ingin mengatakan bahwa  Pertama Berorganisasi itu adalah sebuah perbuatan mulia, tujuan organisasi semuanya baik, terkadang oknum yang salah menggunakan wewenang. Kedua Dengan berorganisasi akan memudahkan mahasiswa dalam mencari lapangan kerja, bahkan membuka lapangan kerja. Ketiga Masih banyak disekeliling kita yang mendidik belum layak dikatakan seorang pendidik, karena pendidik itu frofesional tercermin melalui ucapannya, akhlaknya, dan disiplinnya. Kuliah adalah untuk mencari ilmu, dibuktikan dengan ijazah, dan di aplikasikan ketika bekerja. Kalau salah jangan dibenarkan, kalau hak dituntut, dan kewajiban ditunaikan
Semoga bermanfaat bagi kita semua, apabila ada kesalahan mohon dimaafkan.
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran: 104)
Penulis merupakan Presiden Mahasiswa STAIN Malikussaleh Periode 2015- 2016

HMJ Dakwah IAIN Malikussaleh Serahkan Bantuan Untuk Korban Gempa Pidie Jaya

Gempa Bumi yang menghancurkan rumah dan gedung serta menelan korban jiwa di Pidie Jaya beberapa waktu lalu turut menggugah hati Mahasiswa IAIN Malikussaleh Lhokseumawe untuk ikut berpartisipasi memberikan bantuan kemanusian. Bebarapa organisasi mahasiswa IAIN Malikussaleh Lhokseumawe telah melakukan penggalangan dana untuk meringankan beban korban Gempa Pidie Jaya tersebut. Sebagaimana yang dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Dakwah, pada Kamis, (29/12) menyerahkan bantuan kepada korban bencana gempa di Pidie Jaya, Aceh.

Bantuan tersebut diserahkan dalam bentuk Sandang, Pangan dan beberapa kebutuhan pokok lainnya yang diserahkan langsung kepada korban gempa di Desa Ceubo Kabupaten Pidie Jaya.

Indra Ismawan selaku koordinator penggalangan dana mengatakan “Bantuan ini bersumber dari pegalangan dana yang di lakukan oleh anggota HMJ di lampu merah depan taman riayadah Kota Lhokseumawe pekan lalu. Hal ini dilakukan untuk membantu meringankan kesulitan korban gempa Pidie Jaya.

Ketua Senat Mahasiswa (SEMA), Musliadi juga mengatakan, bantuan ini disalurkan mengingat masih ada kemungkinan beberapa korban yang belum tersentuh bantuan pemerintah, sehingga dengan adanya bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban korban sekaligus membantu pemerintah.

Ketua umum HMJ Dakwah Khairul Rijal juga turut menyampaikan harapan kepada pemerintah agar memberikan bantuan secara tepat sasaran. “Harapan saya untuk Pemerintah, agar jeli dan tepat sasaran dalam memberi bantuan dikarenakan masih ada tempat yang belum sepenuhnya mendapatkan bantuan “, ujarnya. (Msl)

Jurusan Dakwah IAIN Malikussaleh Jalin Kerjasama Dengan UIN Malang

Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Malikussaleh Lhokseumawe berupaya memperluas jaringan dan relasi dengan berbagai pihak. Salah satu cara yang ditempuh adalah menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi dalam negeri yang memiliki nilai akrediatsi Institusi A dari BAN-PT yaitu UIN Malang. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan IAIN Malikussaleh Lhokseumawe.

Penandatanganan kerjasama itu dilakukan dalam kegiatan Silaturrahmi pihak Rektorat Universitas Islam Negeri (UIN) Malang ke jurusan dakwah, IAIN Malikussaleh Lhokseumawe Selasa (27/12) yang berlangsung di ruang Ketua Jurusan Dakwah kampus Alue Awe Lhokseumawe.

Ketua prodi KPI Jurusan Dakwah, Kamaruzzaman, MA mengatakan UIN Malang berkunjung ke Jurusan Dakwah IAIN Malikussaleh ini bertujuan untuk meningkatkan tali silaturrahmi dengan IAIN Malikussaleh Lhokseumawe, sekaligus berbagi pengalaman untuk pengembangan Perguruan Tinggi Agama Islam di Indonesia. “Kita akan bersama-sama memantau pendidikan di Indonesia sekaligus memberikan kontribusi yang dapat menunjang pengembangan pendidikan. Melalui kerjasama ini, memungkinkan kita untuk melakukan penelitian, pengabdian dan berupaya secara bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan di kampus kita khususnya, lanjut Kamaruzzaman.

Ketua Jurusan Dakwah, Muhammad Saleh, M.A menyambut baik kedatangan Pihak Rektorat UIN Malang dan berharap melalui kerjasama ini akan melahirkan terobasan baru untuk pengembangan Jurusan Dakwah khusunya dan pendidikan di lingkungan IAIN Malikussaleh secara umum. “saya berharap silaturrahmi ini tidak berakhir sampai disini, tetapi akan terus berlanjut hingga terwujud cita-cita pengembangan Jurusan Dakwah menjadi Jurusan terdepan dan handal, ujarnya.(hp)

Atlet Bulu Tangkis IAIN Malikussaleh JUARA 1 Piala Rektor Unsyiah

Atlet Bulu Tangkis ganda campuran IAIN Malikussaleh Lhokseumawe pasangan Iqbal dan Nabila sukses meraih gelar juara satu dalam turnamen bulu tangkis Piala Rektor Universitas Syahkuala (Unsyiah) ke-VI tahun 2016 setelah mengalahkan tuan rumah Wibi dan Nina, Minggu (18/12) di Gedung Olah Raga Unsyiah.

Pasangan andalan IAIN Malikussaleh Lhokseumawe ini menang dalam tiga set pertandingan di babak final, set pertama dimenangkan Ikbal dengan skor 21-16, set kedua dimenangkan pasangan Wibi dengan skor 25-23, dan set ke tiga dimenangkan kembali oleh Iqbal dan Nabila dengan skor 21-18.

Pasangan ini berhasil menuju final setelah mengalahkan perwakilan dari Unsyiah pada pertandingan pertama, dan pada pertandingan ke dua juga berhasil mengalahkan pasangan dari universitas Teungku Dirundeng Meulaboh, dan di babak semifinal kembali mengalahkan perwakilan dari Unsyiah.

Presiden Mahasiswa IAIN Malikussaleh M. Yani yang ikut mendampingi para Atlet dan menyaksikan sendiri pertandingan ini mengatakan, pasangan Iqbal dan Nabila selama ini telah berlatih dengan baik, mereka dari awal telah memiliki semangat untuk menjadi juara, hal ini terlihat dari kegigihan mereka dalam berlatih. Selain itu, mereka memang telah dipersiapkan oleh IAIN Malikussaleh unutuk PIONIR 2017. Dirinya menaruh harapan besar kepada pasangan ini untuk dapat menyumbangkan medali emas pada cabang bulu tangkis dalam PIONIR tahun 2017 mendatang.

Turut berhadir pada laga Final tersebut memberikan dukungan Lukmanul Hakim Wapres Mahasiswa, Muhammad Nabawi Kabid Lidbang, Kabid kemahasiswaan Rahmat Iqbal dan wakil bidang Olahraga Afnijar. (Rw-MF)

Bahas Pengembangan Pendidikan Aceh, Mahasiswa IAIN Malikussaleh Gelar Diskusi Publik Bersama DPR RI

Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAIN Malikussaleh Lhokseumawe gelar diskusi publik bersama anggota DPR RI Komisi X Bidang Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, Olahraga, Perpustakaan, Muslim, S.HI., MM, Senin (19/12) di Aula Syariah Kampus Alue Awe Lhoksesumawe.

Diskusi ini terbuka untuk seluruh mahasiswa IAIN Malikussaleh Lhokseumawe membahas perkembangan pendidikan Aceh dalam melahirkan generasi muda yang berkompeten dan berprestasi serta memiliki jiwa entreprenuer. Selain menghadirkan Muslim, S.HI., MM, DEMA juga mengundang pengusaha muda Aceh Hijrah Saputra untuk memberikan motivasi kewirausahaan bagi mahasiswa agar dapat menciptakan lapangan kerja bagi generasi muda lainnya.

Dalam diskusi itu, Muslim menjelaskan perkembangan pendidikan di Indonesia dan Aceh, serta proses pemberian beasiswa kepada  pelajar dan mahasiswa yang berada di Indonesia sebagai langkah menunjang pendidikan, agar semua lapisan masyarakat dapat mengenyam pendidikan yang layak. Sehingga mahasiswa yang memiliki keterbatasan finansial namun berprestasi dapat melanjutkan pendidikan dengan beasiswa yang disediakan oleh pemerintah. Pemberian beasiswa ini harus dioptimalkan dan tentu juga tidak mengabaikan ketentuan dan syarat yang harus ditempuh oleh calon penerima beasiswa demi terwujudkannya pendidikan yang berkualitas serta melahirkan sumberdaya manusia yang handal untuk pembangunan Indonesia yang lebih baik.

Sementara itu, Hijrah Saputra juga memotivasi peserta agar memiliki jiwa berwirausaha, dirinya berpesan agar pemuda Aceh harus memiliki semangat tinggi untuk berusaha mencapai kesuksesan dan pantang menyerah, karena dibalik kesuksesan selalu ada rintangan yang harus dilewati, tuturnya.

Diskusi ini berlangsung seru dan meriah, para peserta terlihat antusias dan bersemangat memberikan komentar dan berdiskusi dengan pemateri. Beberapa pertanyaan dari peserta dijawab dengan baik oleh pemateri. Diakhir acara panitia membagikan hadiah kepada peserta yang melontarkan pertanyaan dalam diskusi tersebut. (Rw-M.F)