Home / Berita / Tarbiyah Adakan Workshop Public Relation bagi Dosen

Tarbiyah Adakan Workshop Public Relation bagi Dosen

Kemampuan berkomunikasi yang efektif menjadi salah satu tuntutan untuk menjadi seorang pengajar atau dosen yang profesional.  Dalam upaya meningkatkan keterampilan dosennya dalam berkomunikasi yang efektif, jurusan Tarbiyah STAIN Malikussaleh Lhokseumawe menyelenggarakan kegiatan workshop public relation bagi dosen prublik-relation1Jurusan Tarbiyah STAIN Malikussaleh Lhokseumawe. Kegiatan yang mengangkat tema Optimalisasi Peran Public Relation dalam Menjalin Komunikasi yang Efektif ini berlangsung selama 2 hari, yakni mulai tanggal 10 sampai dengan 11 Desember 2016. Workshop ini diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan dosen dalam menjalin komunikasi yang efektif baik dengan sesama dosen, karyawan juga dengan mahasiswa dalam proses perkuliahan dan membimbing skripsi mahasiswa. Workshop ini menghadirkan Dr. Kusmawati Hatta, M.Pd yang merupakan dosen senior sekaligus Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry Banda Aceh serta Dr. H. Hafifuddin, M.Ag Ketua STAIN Malikussaleh Lhokseumawe sebagai Instruktur, demikian disampaikan oleh sekretaris panitia Samhudi, M.Pd.

Workshop yang diikuti oleh 40 orang peserta ini dibuka secara resmi oleh Kepala Bagian (Kabag) Drs. M. Nazar, prublik-relation2M.Hum mewakili Ketua STAIN Malikussaleh Lhokseumawe. Dalam sambutannya, ia menjelaskan pentingnya memiliki keterampilan berkomunikasi yang baik, apapun profesi maupun jabatan yang kita emban, faktor komunikasi sangat menentukan kesuksesan kinerja kita. Ia juga mencontohkan posisi seorang pimpinan di suatu lembaga, jika tidak memiliki kemampuan komunikasi yang baik, maka akan berimbas pada kemajuan lembaga yang ia pimpin. Selain itu, public relation dalam perkembangannya tidak lagi hanya berfungsi memberitahukan kepada pihak lain tentang siapa dan bagaimana diri kita, tetapi juga memberitahukan kepada ‘kita’ tentang apa dan bagaimana pendapat atau pikiran lain terhadap ‘diri kita’ tutupnya.

prublik-relation3Sementara itu Dr. Kusmawati Hatta, M.Pd dalam pemaparannya menjelaskan bagaimana fungsi dan peran public relation dalam menjalin komunikasi yang efektif, seorang dosen harus mampu mengontrol emosinya, jangan berbicara kalau sedang marah apalagi membuat suatu keputusan imbuhnya. Menurutnya ada 5 aturan dalam komunikasi yang efektif, yaitu: Pertama,  sikap hormat dan saling menghargai kepada setiap individu yang menjadi sasaran pesan yang disampaikan. Ingatlah bahwa pada prinsipnya manusia ingin dihargai dan dianggap penting.   bahkan jika  harus mengkritik atau memarahi seseorang, lakukan dengan penuh respek terhadap harga diri dan kebanggaaan seseorang, maka akan dapat membangun kerjasama, sehingga menghasilkan sinergi yang akan meningkatkan efektifitas kinerja, baik sebagai individu maupun secara keseluruhan sebagai sebuah tim.

Kedua Empati, yaitu kemampuan  untuk menempatkan diri pada situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain. Salah satu prasyarat utama dalam memiliki sikap empati adalah kemampuan  untuk mendengarkan atau mengerti terlebih dulu sebelum didengarkan atau dimengerti oleh orang lain.

Ketiga adalah audible, yaitu pesan yang di sampaikan dapat diterima dengan baik oleh penerima pesan. Keempat adalah kejelasan dari pesan itu sendiri sehingga tidak menimbulkan multi interpretasi atau berbagai penafsiran yang berlainan. Kelima adalah sikap rendah hati. Sikap ini merupakan aturan yang terkait dengan aturan pertama untuk membangun rasa menghargai orang lain, biasanya didasari oleh sikap rendah hati yang di miliki. Jika komunikasi di bangun didasarkan pada 5 aturan pokok komunikasi efektif ini, maka akan dapat menjadi seorang komunikator yang handal dan pada gilirannya dapat membangun jaringan hubungan dengan orang lain yang penuh dengan penghargaan (respect), karena inilah yang dapat membangun hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan dan saling menguatkan imbuhnya.

Dikesempatan terpisah, Dr.H.Hafifuddin, M.Ag memaparkan bagaimana cara mengelola potensi yang ada dalam diri manusia. Manusia memiliki potensi hati, hilmun, nuhiyah, hijrun dan akal. Sebagai seorang individu, manusia berperan menggali, menguatkan serta mengembangkan potensi diri yang dimilikinya. Sementara itu sebagai bagian dari masyarakat, manusia berperan dalam pengembangan masyarakat. Hal itu mampu dilaksanakan dengan cara memiliki ilmu pengetahuan, keterampilan dan seni tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *